Proses Komunikasi Masa Dalam Kehidupan Masyarakat


Hidup manusia tidak dapat lepas dari komunikasi, entah itu komunikasi non verbal ataupun komunikasi verbal. Dari sejak lahir manusia menangis untuk memberi tahu kepada orang yang ada disekitarnya tentang apa yang dirasakannya. Dalam seluruh kegiatan manusia melibatkan proses komunikasi meskipun proses komunikasi tersebut tidak kompleks. Dengan perkembangan zaman bentuk dari komunikasi juga semakin berkembang, baik dari caranya maupun media untuk menyampaikan komunikasi tersebut. Selain itu komunikasi memiliki tingkatan proses, mulai dari komunikasi dengan diri sendiri (komunikasi intrapribadi), komunikasi yang melibatkan orang secara tatap muka langsung (komunikasi antarpribadi), komunikasi yang melibatkan sekelompok orang, komunikasi yang melibatkan pembicara dengan banyak orang (komunikasi publik), komunikasi yang menggunakan media massa sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dan komunikasi yang terjadi dalam organisasi yang pelaku komunikasinya memiliki struktur baik secara formal maupun informal.
Komunikasi massa yang tidak lain merupakan proses komunikasi antar manusia memiliki sasaran yang jelas yaitu massa (kumpulan orang banyak, bersifat anonim, heterogen, dan tinggal terpencar pada suatu tempat).konteks komunikasi massa dibandingkan dengan konteks komunikasi lainnya maka dapat dijelaskan bahwa komunikasi massa merupakan sebuah bentuk komunikasi yang memiliki jumlah komunikator yang paling banyak, derajat kedekatan fisik yang paling rendah, saluran indrawi yang tersedia sangat minimal dan umpan balik yang tertunda. Sebuah informasi dapat secara cepat tersampaikan kepada masyarakat luas melalui sebuah media yang disebut sebagai media massa. Keuntungan penyebaran informasi melalui media massa adalah keunggulannya dalam penyampaian informasi yang sama kepada khalayak ramai dalam waktu relatif serentak.
Komunikasi massa (mass communication) juga bisa disebut sebagai komunikasi media massa (mass media communication). Maka dari itu, komunikasi massa jelas berarti sebuah cara berkomunikasi atau penyampaian informasi yang dilakukan melalui media massa (communicating with media). Ciri khas dari komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada orang banyak atau masyarakat luas melalui perantara media massa. Jika mendengar kata massa, maka kita dapat mengartikan dengan hal yang berkaitan dengan kata jamak, massive, serta dalam jumlah yang sangat banyak. Defisini komunikasi massa yang paling umum adalah cara penyampaian pesan yang sama, kepada sejumlah besar orang, dan dalam waktu yang serempak melalui media massa. Komunikasi massa dapat dilakukan melalui keseluruhan media massa yang ada, yaitu media cetak, media elektronik, serta media online. Tidak ada batasan media dalam penggunaan komunikasi massa ini.

Pengertian Dan Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi Massa

Secara etimologis, sosiologi berasal dari kata socius yang berarti masyarakat, dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara sederhana sosiologi diartikan sebagai ilmu yang secara khusus mempelajari kehidupan masyarakat. Istilah sosiologi diperkenalkan pertama kali oleh Auguste Comte ( 1798-1853). Tokoh perancis ini,yang di anggap sangat berjasa dalam membedakan ruang lingkup dan isi sosiologi dari ruang lingkup dan isi ilmu-ilmu pengetahuan lain nya. Ia kemudian di gelari bapak sosiologi.

Secara komprehensif sosiologi komunikasi mempelajari tentang interaksi sosial dengan segala aspek yang berhubungan dengan interaksi tersebut seperti bagaimana interaksi ( komunikasi ) itu di lakukan dengan menggunakan media, bagaimana efek media sebagai akibat dari interaksi tersebut, sampai dengan bagaimana perubahan-perubahan sosial dalam masyarakat yang didorong oleh efek media berkembang serta efek sosial macam apa yang ditanggung masyarakat sebagai akibat dari perubahan-perubahan yang didorong oleh media massa itu ( Bungin, 2006:31). Setelah perang dunia II, di Amerika Serikat para ilmuwan ramai-ramai mempelajari berbagai dampak sosiologis media massa. Sosiolog Lazarsfeld dari Universitas Princeton, melakukan penelitian mendalam tentang pengaruh media massa kepada pemilih dan pemilu serta interaksi sosial dan suatu sistem sosial yang memengaruhi efek komunikasi. Akhirnya, perlahan-lahan sosiologi komunikasi massa berkembang sebagai disiplin ilmu tersendiri.

Sosiologi komunikasi massa berusaha menelaah hubungan timbal balik antara media massa dan masyarakat. Orang awam bertanya, dapatkah media massa meningkatkan taraf kejahatan dan kekerasan, meruntuhkan tatanan moral, memorakporandakan budaya tradisonal, atau mengantarkan masyarakat pada kondisi adil dan makmur. Ilmuwan bertanya sejauh mana pula proses sosial memengaruhi mekanisme kerja media massa. Sosiologi komunikasi massa sangat tertarik untuk melakukan analisis sosiologis mengenai fenomena sisi histori, fungsi, eksistensi, dan dampak media massa sebagai lembaga sosial yang bersifat dinamis. Dalam konteks Indonesia misalnya, kita bisa memperkarakan banyak nya tanyangan film dan sinetron bertema seks, kekerasan, dan dunia mistik yang diyakini tidak mencerahkan, tetapi justru menyesatkan masyarakat.


Unsur-unsur dalam komunikasi massa

·     Komunikator yaitu Pihak yang mengandalkan media massa dalam menyebarkan informasi sehingga cepat ditangkap publik
·     Media massa yaitu Media komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi secara massal dan dapat diakses masyarakat secara massal pula
·      Informasi (pesan) massa yaitu Informasi yang diperuntukkan kepada masyarakat secara massal
·         Gatekeeper  yaitu Merupakan orang-orang yang memiliki tugas untuk menyeleksi data-data yang diterima. Gatekeeper akan melakukan pemantauan terhadap data yang baru diterima, data yang diolah menjadi informasi sampai informasi tersebut yang akan disebar luaskan kepada khalayak.
·           Khalayak (publik) yaitu Massa yang menerima informasi massa yang disebarkan media massa
·     Umpan Balik  yaitu Umpan balik tertunda, namun sekarang dengan media interaktif melalui telepon dan internet menghilangkan umpan balik tertunda tersebut


Proses Komunikasi Massa.

·                                                Melakukan distribusi dan penerimaan informasi dalam skala besar
Sejalan dengan karakteristiknya, alam proses komunikasi massa ditargetkan kepada khalayak ramai dalam satu media pengantar pesan. Seorang komunikator akan menghantarkan pesannya melalui media kepada msyarakat yang hetorogen dan berada di berbagai daerah.
·                         Satu arah (dari komunkator ke komunikan) kalau terjadi interaktif terbatas sifatnya,                tetap dominasi komunikator.
Komunikasi massa adalah komunikasi yang satu arah. Umpan balik bisa dikatakan zero feedback. Seorang wartawan tidak pernah tahu bagaimana reaksi pembacanya. Pembaca memang bisa mengirim surat atau menelpon redaksi secara langsung. Tetapi, umpan balik tersebut volumenya terbatas dan salurannya hampir selalu tunggal.
Umpan balik sebagai servomekanisme, yaitu selalu ada aparat yang memberikan respons pada jalannya system. Servomekanisme ini terjadi karena kendala ekonomi, nilai, teknologi, dan organisasi yang terdapat dalam system media. Bila suatu berita tidak sesuai dengan kebijaksanaan media, berita itu akan diinterpretasikan, didistorsi atau tidak dimuat sama sekali.
·                           Prosesnya secara asimetris sehingga komunikasi datar dan sementara
Antara komunikan dan komunikator berlangsung komunikasi yang asimetris, sehingga komunikasi yang tercipta bersifat datar serta sementara. Keadaan emosional seketika yang dirasakan oleh komunikasi biasanya disebebkan oleh pesan yang agiatif namun sifatnya sementara yang mana tidak berlangsung lama dan tidak permanen.
·                           Berlangsung impersonal (nonpribadi) dan tanpa nama
Tujuan pesan yang dismapaikan kepada khlayak ramai sehingga tpesan yang disampaikan bersifat umum dan tanpa tujuan pada suatu individu. Tanpa nama disini dimaksudkan dengan penyampaian pesan tanpa menuju satu individu.
·                           Berlangsung berdasarkan hubungan-hubungan kebutuhan di masyarakat
Pesan yang disapaikan memiliki kepentingan masayarakat banyak, yang mana pesan adalah konsumsi khalayak ramai. Dalam hal ini pembuat pesan komunikasi massa harus memperhatikan kandungan pesan adalah hal-hal yang layak di konsumsi dan merupakan kebutuhan masyarakat terkini.
Kebutuhan masayarakat ini juga mempengaruhi komunikator dalam mengemas pesan. Misalnya kita lihat adalah sebuah stasiun televisi, ketika masyarakat menyukai tayangan berupa informasi lalu lintas terkini dalam pantauan arus mudik lebaran, maka program yang diciptakan oleh komunikator melalui televisi adalah tayangan informasi arus Lalu Lintas yang kerap digunakan oleh masyarakat.
Maka proses komunikasi massa pada hakekatnya merupakan proses pengoperasian lambang-lambang yang berarti, yang dilakukan melalui saluran (channel), biasanya dikenal dengan media printed (press), media auditif (radio), komunikasi visual (gambar, lukisan) atau media audio visual (televisi dan film).
Dari uraian tersebut dijelaskan bahwa komunikasi massa merupakan suatu proses yang melukiskan bagaimana komunikator menggunakan teknologi media massa secara proposional guna menyebarluaskan pesannya melampaui jarak untuk mempengaruhi khalayak dalam jumlah yang banyak.
Pentingnya komunikasi massa dalam kehidupan manusia modern dewasa ini, terutama kemampuannya untuk menciptakan public, menentukan issue, memberikan kesamaan kerangka berpikir, dan menyusun perhatian public, pada gilirannya telah mengundang berbagai sumbangan teoritis terhadap kajian tentang komunikasi massa.


                Referensi:
1.       Sosiologi Komunikasi, karya Prof.Dr.H.M.Burhan Bungin, S.Sos,M.Si
2.       Buku Daras UIN Alaudin Komunikasi Massa, karya Dr.Abdul Halik,S.Sos,M.Si



Komentar